Halaman

Sabtu, 12 Februari 2011

Observasi dulu sebelum memotret

Bertindak cepat dan tepat sebenarnya bagus dan sangat dibutuhkan dihampir setiap kegiatan. Hanya sayangnya ,cepat dan tepat, kadang tidak kompak. Bisa cepat tetapi tidak tepat...atau kadang tepat tapi tidak cepat. Sehingga, biasanya kita ambil yang moderat,,,tidak terlalu cepat tapi lumayan tepat, hehe.

Kegiatan memotret juga seperti itu. Tidak selamanya subjek foto kita berupa momen yang cepat (dalam hitungan detik!). Tetapi hampir kebanyakan subjek foto kita (hobies fotografi) adalah momen yang sedang-sedang saja, tidak terlalu cepat tetapi juga kalau kelamaan akan hilang momennya.

Nah, kali ini. Sy mau membicarakan kebiasaan kebanyakan dari kita yang buru-buru ketika memotret. Terutama, apabila subjek foto kita adalah hal atau sesuatu yang baru. Misalnya, kita berkunjung ke objek wisata yang baru pertama kali kita datangi, kagum akan keindahannya, langsung deh, jepret-jepret-jepret. Atau biasanya langsung suruh keluarga kita mejeng dengan latar belakang pemandangan yang "menurut mata kita saat itu" sangat indah.  Hasilnya?....mudah-2an bagus, itu harapan kita...kata yang tepat untuk menggambarkan kejadian itu adalah mungkin,,,EMOSIONAL!, jadi kita pengen buru-buru menuntaskannya.
Sekedar, sharing saja. sebenarnya pola seperti di atas tidak masalah. Hanya saja, alangkah lebih baik, kalau sebelum sesi motret (apapun itu), kita mengadakan observasi singkat mengenai kondisi lapangan dahulu, baru setelah itu, buat perencanaan singkat (dalam hati ajah), mau seperti apa hasil foto kita.

Saya sih biasanya melakukan observasi singkat dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
  • Apakah ini spot terbaik? (karena belum tentu dengan banyaknya orang berpotret ria di suatu lokasi, itu berarti  spot terbaik, jangan-jangan cuman karena males jalan atau karena ngeliat orang lain pada motret di situ!)...saya selalu mendefiniskan spot terbaik adalah "spot" yang paling sederhana elemen-elemen nya. Jadi, tidak ada salahnya, berkeliling, berjalan, memperhatikan lebih detil, tanya-tanya atau apapun, demi mendapatkan spot terbaik seperti yang kita inginkan.
  • memastikan arah cahaya matahari...sy sangat yakin, untuk outdoor photography, arah matahari punya andil yang kuat sekali untuk membuat karakter hasil foto kita.
  • mencari elemen/benda/apapun yang bisa menjadi daya tarik utama pemirsa foto....elemen yang kita temui, biasanya merangsang timbulnya ide-ide foto (mau seperti apa foto kita!).
  • Kalo waktu kita panjang itu sangat menguntungkan. Tetapi kalo mepet! jangan frustasi,,,berkreasilah. Gunakan flash bila perlu, yang penting spotnya dapatkan, konsepnya sudah ada dulu....setelah itu, sesi motret seharusnya lebih enjoy, bermakna dan kita puasssss.
Nah, berikut contoh kasus...ketika sy berkunjung ke Pangandaran. Sy liat kebanyakan orang, langsung menghabiskan energi motret begitu mereka sampai di pantai. Padahal sy liat, masih agak siang, krodit, panas sehingga kontras tinggi sekali. Jadi sy putuskan, jalan-jalan di tempat yang adem, minum es kelapa dulu,,,lalu menyusur bibir pantai. Hingga sampailah  di area yang menurut saya "pas". tidak terlalu rame, sederhana, dan waktu pemotretannya lebih Ok (karena sudah agak sore!)....ini dia, hasilnya. Lumayankan!


Sore itu, suasana pantai sebenarnya rame baanget,,,tetapi hasil jalan sedikit ajah,,,eh, saya menemukan spot yang lebih sederhana, lapang dan sesuai keinginan saya....matahari masih agak tinggi, tetapi cahaya sampingnya saya dapet. Foto di atas adalah tampak kiri dan kanan ketika saya menghadap ke laut selatan.


Tinggal menunggu sebentar,  sy sudah dapet momen sunset. Cari subjek menarik...tampil deh siluet seperti yang sy inginkan....

Mudah-mudahan bermanfaat.

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar