Halaman

Tampilkan postingan dengan label ide wawasan foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ide wawasan foto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2011

Kamera Selalu Siap

Kamera digital sudah dirancang untuk dapat digunakan kapan saja, selagi batere ok dan media rekamnya tidak full. Saya ingat jaman fotografi analog dulu, untuk bisa memotret kapan saja sangat susah, karena film tidak bagus berlama-lama di dalam kamera.Nah, pertanyaannya seberapa banyak anda memanfaatkan kelebihan kamera digital ini?
Untuk mengoptimalkan fitur ini, saya selalu membiasakan diri untuk:

1. Sehabis memotret, file hasil foto langsung saya pindahkan ke harddisk komputer saya. Media rekam langsung saya kosongkan dengan cara mendelete.
2. Batere saya charge sampai full.
3. membersihkan kamera dan lensa, serta perlengkapan foto lainnya.
4. menyimpan di tempatnya (dry box).

Dengan ritual itu, ternyata cukup membantu saya, untuk membuat persiapan yang singkat kalau ada subjek foto menarik. Misalnya ketika suatu pagi  saya  sedang melihat-lihat pohon di kebun....eh ada katak pohon yang sedang asyik menempel di daun alokasia....Langsung deh membuat persiapan dengan sesingkat-singkatnya. karena katak itu bisa pindah tempat kapan saja.  .....Saya persiapkan kamera, lensa makro dan tripod,,,selesai dalam 1 menit.
inilah hasilnya.....berhasil mengabadikan momen itu! Jadi benar yah ungkapan bahwa "FOTOGRAFI itu adalah merekam penggalan-penggalan WAKTU.

kodok-pohon1
kodok-pohon
dan foto berikut ini juga hanya bisa didapat pada pagi hari.

DSC_5373
....penggalan-penggalan waktu

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Sabtu, 19 Februari 2011

Foto Hitam Putih

DSC_7489 _DSC6186 close-lighting

Fotografi digital saat ini membuat kegiatan memotret terasa mudah dan modern....semua fitur kamera digital menawarkan keragaman dan kecerahan warna....tetapi ternyata masih banyak orang yang suka dengan hitam putih (black and white). hasil foto dalam gradasi warna hitam, abu-abu sampai putih ini, memang mempunyai kekuatan emosi tersendiri...bahkan bisa mengalahkan foto berwarna!

_DSC6213

Menampilkan karya foto dalam hitam putih, penuh tantangan. Bayangkan saja, dunia yang penuh warna ini, harus tampil monokrom,,,kalau perspektif 3 dimensinya tidak kuat,,,dijamin foto akan garing se garing-garing nya (foto datar dan sangat tidak menarik!)...Sehingga, kalo mau mentransfer foto berwarna menjadi foto hitam putih yang berkarakter,,,mau tidak mau kita harus serius dan merencanakan "sesi pemotretannya", agar gradasi putih,abu-abu hitam dan kontrasnya tampil dengan penuh emosi.

jatiluhur

Di sisi lain...foto hitam putih memberi kesan "history"...kesan jadul....dan penuh kenangan.... Jadi tidak ada salahnya, sekali-kali punya perencanaan motret tapi khusus untuk di hitam putih kan!

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Jumat, 18 Februari 2011

Kamera Canggih, Hasil Foto Pasti Indah?

Memotret memang terlihat gampang, apalagi dengan teknologi kamera digital saat ini...Kita sepertinya dimanjakan sekali dengan fasilitas dan teknologi yang disediakan oleh sang kamera. Mulai dari memfokuskan objek foto, sampai dengan mode-mode pencahayaan yang paling cocok dengan siatuasi objek yang akan difoto. Pokoknya "seolah olah" semua orang dapat disulap menjadi pembuat "foto indah" secara instan.

Kenyataannya,,,bisa iya, bisa tidak.  Memang logikanya, kamera yang canggih memang memberikan bantuan dan mempermudah proses pengambilan gambar dan juga meningkatkan kualitas hasil foto yang dibuat. Tetapi, tetap diperlukan asumsi-asumsi tertentu agar, kecanggihan kamera bisa kita manfaatkan secara maksimal.

Apa sih asumsi-asumsi umum tersebut?
  • Diperlukan pemahaman semua fitur yang ada dan manfaatnya bagi hasil foto kita. Nah,,,ini yang agak sulit. Manual Kamera yang disediakan oleh Pabrikan, biasanya hanya dibaca sepintas. Yang penting tahu cara menghidupkan, memotret dengan cara yang paling simpel, hasilnya jelas dan terang,,,cukup lah sudah! Kendala lainnya, adalah bahasa yang ada di Manual....Bahasa Inggris! belum lagi, istilah-istilah teknis fotografi yang digunakan,,,semakin lengkap sudah alasan, untuk mempeti es kan, manual kamera kita...he.he..he.
  • Pemahaman mengenai bedanya hasil foto (yang dua dimensi) dengan cara mata kita memandang. Yang terlihat begitu indah di mata kita (ketika kita melihat objek tersebut),,,,belum tentu bisa dengan begitu saja dipindahkan dengan keindahan yang sama di hasil foto kita! Apa artinya? kita harus mempelajari "teknik dan sedikit ilmu" terkait dengan komposisi atau perspektif dalam fotografi.....ini bukan masalah bakat!, ini hanya sekedar masalah teknis dan sedikit jiwa seni serta banyak latihan.
  • Hasil foto dibatasi oleh frame (bingkai)....mata kita bisa melihat semua dan bisa langsung fokus pada subjek foto (elemen lain dicuekin!)....di sini lah letak tantangannya, membatasi hasil foto kita! kadang kita seenaknya ajah main jepret-jepret,,,dan yang kita lihat di "lcd kamera" saat itu hanya subjek foto kita,,,selagi subjek tersebut terlihat bagus,,,puas sudah!...pas diteliti ulang,,,lho kok, banyak elemen dalam bingkai foto kita yang tidak men"support" subjek foto...malah kadang-kadang ia (elemen foto lainnya) lebih menarik dari subjek foto kita!
Memang masih banyak lagi asumsi lain,,,tetapi menurut saya, tiga  asumsi di atas saja sudah cukup!...anda pastikan tiga  hal di atas,,,maka, kamera canggih anda bisa lebih termanfaatkan lebih optimum untuk menghasil foto yang indah hasil karya anda sendiri.

sukoharjo-river3
Dengan banyaknya latihan, pemahaman fitur kamera dan sedikit ilmu mengenai perspektif...
motret model gini, gampang banget.

pantai-krakal21

Pantai merupakan objek foto yang menarik,,,,tapi penggunaan kamera canggih belum tentu menghasilkan hasil foto yang canggih (baca: indah)....sekali lagi, memahami 3 asumsi di atas bisa meningkatkan hasil foto kita.

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Kamis, 17 Februari 2011

Tampilkan elemen Garis

Salah satu elemen foto yang menarik untuk ditampilkan dengan pesona efek grafis adalah elemen garis.Klo kita jeli, sebenernya banyak sekali subjek foto di luar sana yang tampil kaku, dengan garis-garis lurus yang tegas. Biasanya garis-garis tegas itu banyak dijumpai terkait dengan bangunan-bangunan buatan manusia. Gedung, tangga, jalan raya, menara merupakan beberapa subjek yang sarat dengan garis.


Menampilkan elemen garis secara tegas dalam hasil foto kita, biasanya jarang muncul begitu saja, walaupun subjek kita berupa bangunan yang banyak bidang-bidang lurusnya. Kembali lagi, kita harus punya visi dulu,,,mau motret apa? apa yang mau kita suguhkan pada pemirsa foto kita? Begitu kita sudah menentukan "saya mau menonjolkan elemen garis!"...biasanya, fokus kita langsung ke arah sana....seolah-olah subjek foto kita, memanggil-manggil kita dan memberi tahu, elemen garis mana yang sebaiknya di potret oleh kita....kita mulai berkeliling, mengamati lebih teliti, mencari sudut pandang dan kegiatan motret menjadi fokus dan menggairahkan!!!


Tidak ada patokan baku, harus seperti apa elemen garis kita munculkan atau tonjolkan dalam hasil foto kita...yang penting, selalu jelaskan pada pemirsa,,,apa yang ingin anda tonjolkan dari foto "elemen garis" anda...simpel kan!


Mau belajar fotografi online, murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Minggu, 30 Januari 2011

Mengabadikan Liburan Anda.

Ketika masa libur tiba,,,ada perlengkapan yang wajib di bawa, untuk kondisi liburan saat ini. apakah itu? ....betul. Jawabannya kamera digital!!! Sayang sekali, kalau momen-momen indah atau pemandangan indah terlewatkan begitu saja, tanpa diabadikan.Nah, untuk memperlengkapi kamera digital anda serta momen liburan yang akan anda liput. Tulisan ini, mudah-mudahan bisa menambah persiapan anda.

Anda tentu menginginkan hasil foto anda indah dan enak dilihat, berikut beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan.

1. Keindahan Hasil foto anda tidak berbading lurus dengan "kecanggihan kamera"!!! Jangan pernah punya perasaan, "ah, kamera saya mah tidak canggih (udah jadul atau murahan), sehingga ngga akan bisa menghasilkan hasil foto yang indah!!!".  Ingat, kamera hanya alat...anda lah yang mengontrol kamera anda serta hasil foto yang anda inginkan. Kamera jenis apapun, ditangan orang yang tepat, hasilnya bisa mengalahkan kamera mahal nan canggih di tangan orang yang salah.

sendiri di tengah hutan @Ranca upas

2. Milikilah keahlian "dasar-dasar fotografi"...walaupun saat ini sudah dalam era teknologi foto digital, tetap saja memerlukan pemahaman yang baik mengenai dasar-dasar teknik fotografi, seperti: aperture, speed dan ISO. Pelajari pencahayaan (exposure),  komposisi dan tentunya pemahaman atas fitur-fitur yang ada di kamera anda.

"romantic sunset" @Pangandaran

3. Usahakan jangan hanya memotret "event-event utama"...cobalah berkreasi atau memotret hal-hal lain di balik event utama yang disuguhkan. Misalnya: kalau anda pergi ke kompeks candi,,,,foto anda tidak harus melulu, candi-candi tersebut,,,anda bisa mengeksplor hal lain, di sekitar candi tersebut!, misalnya: indahnya warna-warni cendera mata yang yang dijajakan, tumpukan batu yang menunggu disusun atau apapun juga yang menarik perhatian anda!

Bonsai dan seorang anak! @Sanur-Bali

4. Jangan Diam dan terus berada dalam kelompok.  Usahakan anda terus bergerak dan mencari subjek-subjek menarik di area yang anda kunjungi. (area yang ramai dikunjungi atau difoto orang, belum tentu menjadi subjek foto terindah yang ada di area tersebut). Dan tidak ada salahnya, anda minta ijin hunting foto sendirian...karena biasanya, kita lebih leluasa kalau motret sendirian ajah, karena tidak ada yang memberi komentar ini atau itu...itu lah saat yang tepat untuk "be your self".

Masjid Raya Medan

5. Usahakan "cahaya alami". Kalau memang lokasi foto anda tidak gelap total,,,usahakan untuk merekam cahaya alami yang ada. Jangan selalu mengandalkan flash/lampu kilat yang melekat di bodi kamera anda! Hasil foto dengan cahaya alami lebih bercerita dan memiliki emosi dibanding foto dengan cahaya flash yang putih bersih! Gimana caranya? yang pertama: tentunya anda perlu tripod!, setelah itu pilih mode pencahayaan yang memungkinkan flash anda tidak menyala.

Suasana di pasar Bringharjo-Jogja

6. Jangan Pelit memotret! Para fotografer profesional pun, jarang sekali mendapatkan hasil foto terindahnya dari hanya satu jepretan, apalagi kita yang amatiran!!! Jadi, begitu anda mendapatkan subjek foto yang indah dan menarik,,,lakukan pemotretan sebanyak mungkin, dari berbagai sudut, serta bereksperimenlah!!! Ingat, lebih baik banyak pilihan dalam menentukan foto terindah hasil karya anda dari pada hanya tersedia satu pilihan saja!

Berdesakan @cikoromoy

7. Nikmati setiap sesi pemotretan yang anda lakukan, as part of your unforgettable holiday. Susah mendapatkan hasil foto yang indah, kalau anda sendiri tidak enjoy ketika melewati prosesnya. bila perlu "Pujilah diri sendiri" agar anda selalu dalam kondisi yang fresh dan selalu semangat!

OK..selamat berlibur dan membuat foto indah!!!

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Jumat, 28 Januari 2011

Mata dan Kamera

Aktifitas memotret, biasanya dimulai dari bayangan atau angan-angan kita ingin menghasilkan foto seperti apa....atau kadang-kadang malah spontanitas, dari apa yang kita lihat, langsung dipotret. Apapun stimulannya, tetap saja, mata kita sebagai indera untuk melihat punya peran yang sangat penting dalam menentukan keputusan untuk memotret.

(bunga rumput kering...bagus dilihat mata,,,bagus juga ketika di potret)

Permasalahan yang sering terjadi adalah apa yang kita potret kadang hasilnya tidak seperti yang kita lihat. Kalau hasil lebih indah, kita senang, tetapi kalau hasilnya tidak indah, kita bertanya-tanya. Apanya yang salah? cara kita melihat ! atau cara kita memotret! atau kamera kita yang bermasalah !!!

Memang tidak bisa dipungkiri. Cara mata melihat dengan cara lensa atau kamera merekam gambar pasti berbeda. Mata kita memang sudah dirancang sedemikian canggihnya. Mata  bekerja otomatis dalam mengatasi kontras cahaya, memfokuskan dan mata juga punya persepsi atas sesuatu benda sesuai memori yang terekam di otak kita. Sudut pandang mata kita memang terbatas, tetapi dapat dengan cepat kita menengok ke kiri, ke kanan, ke atas atau ke belakang tanpa mengurangi kualitas kontras, cahaya dan fokus dari apa yang kita lihat.

(kalo tidak jeli, momen ini bisa luput dari mata kita...)

Nah, ketika bicara memotret, cara melihat lensa sangat berbeda! Apa yang dilihat oleh lensa, sangat bergantung dengan panjang focal lensa tersebut, belum lagi kualitas cahaya yang harus diputuskan, ruang tajam (dept of field), efek gerak, sudut pengambilan serta adanya pembatasan frame (bingkai) pada hasil fotonya nanti.  Sehingga, itu sebabnya, apa yang kita lihat belum tentu bisa terekam utuh dan seindah aslinya ketika ia menjadi sebuah bingkai foto. Hal ini pula yang menjadikan fotografi itu menarik! kamera/lensa boleh sama, lokasi sama, subjek sama....eh hasil fotonya berbeda jauh!!!

(dengan lensa tele,,,banyak elemen yang terlihat oleh mata bisa tak terlihat di bingkai foto)

Ada beberapa tips dari para fotografer profesional agar apa yang dilihat oleh mata kita dapat turun menjadi file gambar foto yang sesuai apa yang kita harapkan:

1. Sadari, bahwa yang kita lihat oleh mata kita adalah subjek dengan 3 dimensi. Dan hasil foto kita adalah gambar 2 dimensi. Sehingga, pelajari teknik-teknik atau trik-trik khusus untuk membuat efek 3 dimensi muncul dari foto kita (sy telah membuat beberapa tulisan sebelumnya mengenai topik ini).

(selalu siasati agar terbentuk kesan dalam pada hasil foto kita...seperti layaknya mata kita biasa melihat)

2. Biasakan mata kita melihat seperti sebuah bingkai foto. Artinya, coba di bingkai dulu melalui LCD kita, lihat secara teliti isi seluruh elemen dalam bingkai...baru kita memotretnya.

3. Pahami dengan baik, teknik dasar fotografi, minimal mengenai teknik pencahayaan, aperture dan speed serta pengaruhnya terhadap hasil foto kita. jangan sampe, hasil foto kita tidak memuaskan hanya karena foto tersebut under atau over atau kurang tajam atau blur karena goyang.

(dengan pemahaman teknik-2 dasar fotografi plus kualitas cahaya,,,subjek biasa menjadi lebih indah)

4. Pahami pengaruh kualitas cahaya atas hasil foto. mata kita tidak ada masalah dengan kontras tinggi, tetapi hasil foto kita akan bermasalah dengan kontras yang tinggi!
5. Mata dengan mudah fokus pada sesuatu dan melupakan yang lain. Tetapi ketika memotret, tidak seperti itu. Lensa sudut lebar, akan memasukan banyak elemen foto. Lensa Tele akan menghilangkan banyak elemen foto. Jadi, berfikirlah seperti itu. Mau menonjolkan satu subjek saja, gunakan lensa tele. Mau menampilkan banyak elemen, gunakan lensa sudut lebar.  Mau terlihat seperti mata kita memandang, gunakan lensa normal. Biasanya motret dengan lensa sudut lebar, lebih banyak tantangan,,,karena kalau tidak pintar-pintar menentukan sudut pengambilan, foto menjadi rame dan kacau, sehingga pemirsa foto kita bingung,,,yang mau ditonjolkan dalam foto kita apa yah!!!

(warna-warni nya begitu menarik mata,,,dan berhasil direkam dimemory card)

6. Ketika subjek di lihat oleh mata bagus, lalu kita berniat memotretnya. ..dan ketika sudah dibingkai dan terlihat dalam LCD,,,selalu pertanyakan? apa yang menarik dari foto ini? apa yang ingin sy tonjolkan? apakah sudah seperti yang sy inginkan?....kok jadi ribet banget yah!!! hehehe...

Tapi sejatinya...fotografi itu seni. Sesuatu yang indah terlihat oleh mata, seharusnya terlihat indah pula ketika sudah menjadi karya foto. dan bisa saja sesuatu yang terlihat oleh mata biasa saja, dengan kreatifitas dapat menghasilkan karya foto yang indah. ...So, mari melihat lebih jeli dan hasilkan foto indah karya anda sendiri...

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Kamis, 27 Januari 2011

Mengenal Kualitas dan Kuantitas Cahaya

Sulit dibayangkan fotografi tanpa cahaya!! sepertinya tidak mungkin yah.  Karena istilah fotografi sendirikan berarti melukis dengan cahaya. Yang sering ditanyakan ke saya adalah gimana sih motret kok hasilnya bisa bagus dan hidup,,,cahayanya manteb bener. apakah cahaya-cahaya indah itu hanya milik para fotografer profesional saja??? Tentu saja, itu sangkaan yang salah dong, apalagi fotografi luar ruang...cahaya sudah tersedia bagi siapa saja!  hanya mungkin ketika kita memotret kurang observasi, kurang sabar, dan kurang elmu...
Kalau bicara mengenai cahaya, yang pertama, tentu terkait dengan kuantitasnya dahulu. apa sih kuantitas cahaya dikaitkan dengan fotografi?  Hal ini tidak lain adalah terkait dengan alat ukur pencahayaan yang ada di kamera kita. kuatitas cahaya dalam kamera kita dinyatakan dalam ukuran-ukuran aperture, speed dan iso. Nah untuk itu perlu dipelajari masing-masing elemen itu dalam mempengaruhi hasil foto kita. Karena dengan mengelola kuantitas cahaya yang baik tentunya secara teknis kita akan dapat menghasilkan foto yang baik pula.

foto diri!

Selanjutnya yang perlu kita perhatikan tentunya bukan hanya kuantitas . Kita juga perlu memperhatikan kualitas cahaya itu sendiri. Kualitas cahaya biasanya sangat mempengaruhi mood dan greget hasil foto kita. Nah, bicara kualitas cahaya dalam fotografi biasanya terkait dengan arah datang cahaya dan suhu cahaya tersebut.  Arah datang cahaya sangat mempengaruhi reaksi dan emosi pemirsa foto kita. Begitu juga dengan suhu warna. Misalnya, Warna-warna merah, oranye dan kuning lebih memberi kesan hangat dan gairah. Warna hijau dan biru memberi kesan segar dan kesejukan.

pulang melaut

Bagaimana kita mendapatkan kualitas cahaya yang baik untuk hasil foto kita?  Kuncinya cuman satu. Mau belajar dan bersabar. Misalnya,  kalau mau mendapat suhu warna yang hangat, datanglah ke suatu tempat lebih pagi lagi (bila perlu sebelum matahari terbit) atau malah datang sore (menjelang matahari terbenam).  Kendalanya, biasanya waktu kita berkunjung ke suatu area dengan panorama indah, kita datang sudah siang dan maunya langsung jepret-jepret ...hehe. Padahal para fotografer lain, mereka bersusah payah bermalam di sana hanya untuk dapet cahaya pagi yang hangat serta dapat bonus langit biru yang cerah.

matahari pagi

Jadi sebenarnya, tidak ada rahasia dibalik karya foto yang indah (terkait dengan cahaya!).  Mau lebih bersusah payah sedikit, karena waktu foto yang baik adalah waktu di mana objek-2 wisata masih tutup (subuh s/d jam 8 pagi) atau sudah tutup (jam 5 sore ke atas). Ok..semoga bermanfaat.

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Selasa, 25 Januari 2011

Anda tipe Hobies Foto yang mana?

satu ber dua

Fotografi, seperti juga kegiatan lainnya membutuhkan jam terbang. Logikanya semakin banyak jam terbang, semakin banyak pengalaman yang didapat. Teori fotografi sudah Ok, penguasaan fitur kamera sudah Ok, belajar komposisi sudah, tetapi motretnya cuman sebulan sekali (itupun kalau sempat),,,hmmm, bisa dibayangkan ! ketrampilannya secara alamiah akan menurun dan tidak terasah. Tipe ini, senangnya belajar dan menambah wawasan terus...tapi kalo, disuruh motret, agak malas!!!

"panjat pinang" dan "melamun"

Tetapi, ada juga tipe yang kebalikannya. mengambil gambar sering sekali! Bahkan, kalau tidak memotret ia merasa tidak nyaman. Tetapi, lama kelamaan ia mulai frustasi, karena hasil fotonya tidak konsisten, kadang bagus kadang jelek. Tipe ini, biasanya terlalu menganggap remeh, masalah teori dan hal-hal lain terkait teknik fotografi. Ia hanya mengambil gambar saja. Yang penting hasilnya jelas, terang dan tajam. Setiap mengambil gambar menggunakan program auto. Apabila cahaya cukup gelap, gunakan flash. Kalau hasil fotona mau agak aneh, ia akan menggunakan aplikasi computer untuk oleh digital.  Tapi, lama kelamaan ia menjadi bosan karena no improvement!


Ini lah tipe ke tiga. Secara teori memadai, dan pengentahuannya terus di update,,,ditambah, terus melakukan sesi foto (dilakukan dengan sengaja)  dengan menentukan thema-thema foto yang selalu berbeda sekaligus menantang (yang belum pernah di lakukan sebelumnya)...dengan pola ini, peningkatannya akan signifikan, baik dari sisi knowledge nya maupun dalam sisi skill nya. Bagaimana tidak? sesi motret menjadi hal yang menantang dan mengasah ketrampilan dan mau tidak mau, wawasan dan pengetahuannya harus di update juga...hmmm, ini lah tipe ideal !!!

Mau di tempat kan di mana anda? (dari ketiga kategori di atas)..its up to you!

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Jumat, 21 Januari 2011

Foto yang berbicara

Latar belakang blur, adalah bahasa fotografi yang berarti ada jarak antara subjek dengan backgroundnya.

Sadar atau tidak sadar,  ternyata ada bahasa gambar dalam fotografi yang telah disetujui oleh hampir semua orang. Bahasa ini persis seperti bahasa indonesia atau bahasa lainnya. Bahasa yang disusun dari huruf lalu menjadi kata, kalimat, paragraf dan akhirnya menjadi cerita yang bisa bermakna dan dibaca. Hanya bedanya, kalau bahasa fotografi dibuat dalam bentuk gambar yang bisa terdiri dari banyak  elemen, misalnya:  warna , cahaya, grafis atau tampilan hasil foto karena pengaruh pengaturan speed, aperture atau ISO.

tembok jalan dan ibu yg terlihat punggungnya, memberi kedalaman dan cerita bahwa ia sedang berjalan

Elemen warna, dalam bahasa fotografi menunjukkan "mood" atau perasaan.  Misalnya, warna merah memberi kesan panas. Warna hijau atau biru memberi kesan kalem dan damai. Warna hitam memberi kesan misterius dll. Cahaya juga seperti itu. Cahaya yang terang memberi arti kejelasan dan ingin menonjol. Cahaya yang redup, memberi kesan suram dan loyo.Elemen grafis yang dapat berupa garis, pola dan bentuk atau elemen lainnya biasanya memberi perspektif (kedalaman/efek tiga dimensi) pada hasil foto kita yang sebenarnya hanya gambar dua dimensi. Sehingga dengan pengataruan elemen grafis ini, hasil foto dapat menjadi rangkaian cerita yang bisa dibaca oleh orang lain yang melihat foto kita.

Perbandingan ukuran, memberi kesan jarak dan dominasi warna biru memberi kesan santai dan kalem.


subjek dan latar belakang yang blur,,,menceritakan adanya pergerakan di dalamnya.

pemilihan sudut pandang dan lensa, bisa mempengaruhi cerita fotografi kita...

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Dan sejatinya, masih banyak lagi bahasa fotografi yang bisa disampaikan oleh juru foto (aelah,,,istilahnya juru foto!!!). Tugas kita lah yang merangkai bahasa-bahasa fotografi itu melalui pengaturan sudut pandang, perspektif, teknik foto, penentuan lensa dan lain-lain, Agar, pemirsa foto kita memahami cerita yang ingin kita sampaikan melalui karya foto kita. Jangan sampai, maksud hati ingin cerita mengenai ramai dan riuhnya acara ulang tahun, tapi gambar yang ditampilkan hanya kerumunan orang yang tampak  punggungnya saja !!! bisa jadi "jaka sembung makan combro- ngga nyambung bro"...hehe

kalau foto ini cerita apa yah?

Mau belajar fotografi murah dan efektif? kunjungi portal fotografi saya di fotoindah.com

Senin, 17 Januari 2011

Flash untuk Foto Makro

Memotret makro dengan subjek di luar ruang menggunakan flash biasanya banyak memudahkan tata cara kerjanya. Yang jelas kita tidak usah menggunakan tripod dan risau dengan blur karena speed rendah. Kerja dengan flash untuk foto makro dapat santai dengan speed yang sesuai dengan sinkronisasi kamera kita.


Kanopi Jamur

Permasalah timbul dalam menggunakan flash untuk foto makro adalah letak flashnya yang tidak pas lokasinya dengan subjek foto kita. Ketika memotret dengan fasilitas makro, biasanya subjek foto kita terletak hanya beberapa cm saja dari ujung lensa. Artinya, cahaya flash kita tidak efektif untuk menyinari subjek foto kita yang berada dekat sekali dengan lensa itu. Dan lagi, flash yang menempel di bodi kamera (ataupun flash independen yang dipasang di atas bodi lensa) , biasanya letaknya di atas, sehingga benar-benar tidak mampu mensupply cahaya untuk subjek foto makro kita. Untuk mensiasati ini, banyak sekali dibuat alat bantu agar flash kita dapat efektif menyinari subjek foto makro kita.  Alat bantu itu, ada yang dibuat oleh pabrikan ataupun buatan tangan dari fotografernya.

"embun"
 
Nah, beberapa waktu lalu, sy iseng membuat alat bantu itu (biasa disebut dengan flash extention), dari kardus bekas.  Cara kerja extention ini adalah memastikan cahaya yang dipancarkan oleh flash di arahkan ke subjek foto kita yang letaknya di depan lensa itu.  Sehingga, cara membuatnya pun simpel saja. Sy membuat tabung dari kardus bekas, yang ukurannya disesuaikan dengan kepala flash yang sy pakai. Tabung itu dibuat dengan panjang sesuai dengan lensa di tambah beberapa cm untuk memastikan cahaya jatuh tepat ke subjek foto makro kita. Bagian dalam tabung ekstensi itu sy lapis dengan aluminium foil, dan berfungsi sebagai reflektor, agar cahaya yang dipancarkan tetap cerah sesuai pancaran dari flash.  Ujung tabung harus di tutup dan buatlah sedemikian rupa sehingga cahaya dari flash seolah-olah dibimbing dan di arahkan menuju subjek foto yang berada sedikit ke bawah dan di ujung lensa kita.

merah oranye
Untuk teknis memotretnya, tinggal kita memotret seperti memotret makro seperti biasa, hanya saja perlu dilakukan coba-coba mengenai kuantitas cahaya yang dihasilkan oleh flash kita. Anda perlu catat, berapa intensitas cahaya flash yang pas untuk aperture yang anda pilih. Sebagai contoh, foto-2 sy, sy ambil dengan speed sesuai sinkronisasi flash kamera sy, aperture 10 dan flash dikurangi 1 ev (atau 1 stop).


Nah, itu dia !! flash extention made in saya,,,hehe..Anda tertarik untuk mencoba?

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Minggu, 02 Januari 2011

Foto Menantang Cahaya

Memotret melawan cahaya biasanya dihindari oleh kebanyakan orang, karena kebanyakan memberikan hasil yang tidak memuaskan!!! muka orangnya jadi gelap, tidak terlihat. Apa bagusnya foto kok, muka orangnya tidak terlihat!!! Pendapat itu tidak 100% benar, karena dengan teknik foto yang baik dan memang disengaja, motret melawan cahaya akan menghasilkan foto yang spektakuler.  Saya sudah menulis dua artikel mengenai hal ini sebelumnya (lihat artikel sunset atau sunrise dan Siluet) dan saya masih merasa belum cukup,,,habis banyak sekali kreasi yang bisa dihasilkan dari motret melawan cahaya atau biasa disebut dengan cahaya dari belakang subjek foto kita (backlighting).

backlit1
"sepedahan"...Jalan-jalan sepedahan dengan anak-2, pas ada gundukan tanah! Langsung suruh diam sebentar. Motret sambil jongkok dan ukur cahaya di langit...Jadi deh..backlighting

Sunset, sunrise atau siluet semua adalah hasil foto dengan memanfaatkan backlighting. Tetapi backligting sendiri tidak harus ada matahari dibelakang subjek. Asal ada sumber cahaya yang terang di belakang subjek sudah cukup dia untuk jadi ajang kreatif kita. Jadi ketika anda sedang hunting foto, selagi ada sumber cahaya, jadikan backlighting sebagai bagian dari hasil jepretan outdoor foto anda.

backlit
"Tree men"...motret udah kesiangan, langsung ajah arahkan kamera ke atas, ukur langit dan jepret. Olah sedikit pake photoshop, jadi deh.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Sabtu, 01 Januari 2011

Peran warna pada hasil foto

Secara alami, apa yang kita lihat langsung mempengaruhi suasana hati! betul kan? kalau melihat orang pada gembira, biasanya kita ikut gembira, begitu juga sebaliknya, melihat orang bersedih, kitapun ikut sedih. Lebih spesifik lagi, warna yang kita lihatpun berpengaruh pada mood kita. Itu sebabnya pemberian warna pada eksterior gedung atau mall atau toko atau restoran dipilih sedemikian rupa agar mempengaruhi mood para pengunjungnya.

Dalam fotografi juga berlaku, hukum alam seperti itu. Warna yang dominan dalam hasil foto kita berpengaruh pada mood foto tersebut . Berikut mood yang timbul dari warna-warna yang dominan dari hasil foto kita.

Hijau dan biru, cenderung memberi kesan sejuk, tenang dan dingin. sehingga sangat mendukung sekali untuk menonjolkan foto-foto pemandangan yang ingin kita kedepankan kesan sepi, dingin dan seger.

color4
"suegerr"...Warna dominan hijau pohon teh dan latar belakang yang agak kebiruan,,,membuat foto ini memberi mood yang seger, dingin dan nyaman.

Merah dan Oranye, memberi mood hangat dan dinamis. Ada gambarang panas, emosional dan berani. Ingin foto anda terlihat hangat dan dinamis, pilihlah warna merah atau oranye!

color1
"Pink in Red"...sebuah foto yang hangat cenderung panas,,,semua warna-warna hangat ada mulai merah, kuning, pink plus warna gelap.

Warna hitam sudah jelas, ia memberikan mood yang gelap segelap warnanya. Foto jadi angker, misterius dan bisa juga jadi elegan. Warna hitam cenderung warna yang paling terakhir menjadi perhatian mata.

gn-gede
"KOKOH"...Gunung Pangrango dipagi hari dengan latar depan yang hitam kelam menambah gagah Gunung ini.

Kebalikannya Warna putih, adalah warna yang pertama kali menarik perhatian mata. Itu sebabnya, hati-hati kalau anda memotret ada elemen foto yang berwarna putih, bisa dipastikan ia mengganggu POI anda (kecuali POI anda berwarna putih)
Warna kuning, oranye, biru dan warna-warna cerah lainnya memberi mood ceria, dinamis dan hangat. Bayangkan kalau hasil foto kita didominan warna ini pasti kesannya rame dan seruuu.

color21
"cihuiii"...warna-warna yang cerah membuat foto ini hangat dan ceria,,,sangat mendukung POInya.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Kamis, 09 Desember 2010

Foto dari atas

look-down2
"my shadow"...foto bayangansendiri di sela-sela bangunan yang belum selesai (lihat ada ember buat adukan semen!)

Seperti artikel sebelumnya (look up), melihat ke bawah juga hal yang jarang kita lakukan. kita hanya memperhatikan area di sekitar kaki kita hanya apabila: jalan di tempat yang remang-remang, mencari barang yang jatuh, ketika berada di ketinggian atau ketika meneliti pekerja tukang pasang ubin!!! Waktu megang kamera, jarang sekali kita memperhatikan bawah! (bener engga?).

look-down
"tampil beda"...kumpulan daun kering

Ternyata dunia bawah juga sama menariknya dengan dunia atas. Jadi sering-sering lah berjalan dengan menundukkan pandangan,,,siapa tahu ada objek menarik!!!! atau ada uang segepok 1oo ribuan yang jatuh dari mobil peruri (ngarep),,,kan lumayan untuk beli lensa mahal, biar hasil fotonya tajam dan jernih.

look-down1
"banyak lubang"....tembikar yang dijajakan di lantai (kasongan-Jogja)

Foto objek di tanah (di bawah), gampang-gampang susah. Susahnya karena objek foto cenderung datar tanpa latar belakang, ditambah, posisi motretnya yang juga kadang sulit...pinggang suka pegel (udah mulai tua kali yah)... sehingga memakai  tripod sangat membantu sekali. Saya sering menggunakan mode prioritas diagragma,,,lalu,,,jeprat-jepret. ....Lets look down

lood-down1
"Loreng"...ini foto tangga beton yang belum selesai (terkena cahaya matahari sore yang keemasan)

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com